Pada awalnya saya binggung memilih liburan di semeru ataupun di gunung gede pangrango. Alhasil saya pun memutuskan untuk mencoba berpetualang di gunung tertinggi di jawa, yah semeru namanya, dengan puncaknya yang bernama Mahameru yang katanya sih tingginya sekitar 3676 meter di atas permukaan laut yang suhunya kira 4-7 celcius.
Tanggal 21 Januari pun saya berangkat ke daerah Malang, Jawa Timur. sekitar jam 12 malam saya dan teman2 saya berangkat dari stasiun menuju malang, hampir semalam suntuk saya tidak bisa memejamkan mata karena asik mengobrol dengan rekan2 saya yang pecinta alam juga.
Setibanya di malang pukul 8 pagi kami memutuskan untuk sarapan dulu sambil menunggu teman saya lagi yang berasal dari surabaya untuk sama2 mendaki semeru juga. tapi setelah menunggu hampir 3 jam orangnya tidak datang2, kami pun langsung memutuskan untuk langsung berangkat ke Pasar Tumpang, tempat pos awal untuk berangkat ke semeru.
Setelah bernegoisasi alot dengan penduduk sekitar untuk menumpang jeep, kendaraan yang membawa kami ke semeru, akhirnya kami pun setuju dengan harga yang menurut saya 'tidak wajar'
Sekitar jam 2 siang kami mulai menuju Gunung tertinggi di jawa itu, tapi cuaca memang sedang tidak bersahabat dengan kita, hampir di seluruh perjalanan kita pun di guyur hujan yang sangat lebat, tapi cuaca tidak memutuskan semangat saya untuk melihat keindahan Gunung Semeru itu.
Di tengah perjalanan tampak terlihat Gunung Bromo dengan hamparan padang pasir yang sangat luas, terkajub saya melihatnya, sungguh indah sekali, dalam hati ingin sekali berpetualang ke gunung itu, tapi sayang tujuan kami memang hanya ke Semeru.
Sekitar jam 4 sore kami pun tiba di desa Ranu Pani, desanya masyarakat suku tengger, salut bangut sama mereka, mereka mampu bertahan dengan cuaca yang terkadang hujan terus, bahkan disertai angin yang sangat kencang, benar2 seperti badai rasanya.
Setelah itu kami pun mencoba untuk registrasi di pos, tetapi ternyata memang Gunung Semeru itu sedang di tutup karena alasan konservasi. Konon katanya petugas di sana di tengah perjalanan menuju Mahameru, puncak semeru itu banyak sekali longsoran dan pohon yg tumbang. Dan akhirnya setelah dipikir bahaya juga apabila kami terus lanjut mendaki.
Cuaca yang lagi2 kurang bersahabat dengan kami pun sempat menerjang badan kami, tapi tidak memutuskan semangat kami untuk tetap berkemah di sana.
Kami menghabiskan waktu dengan memancing, berfoto2 ria, dan juga bersenda gurau sesama pendaki.
Terpikir sejenak ingin nekat mendaki gunung tertinggi di jawa itu, tapi apa daya kita lebih mementingkan nyawa dari pada hanya sekedar berpetualang yang katanya orang sih gk ada kerjaanya.
Lain kali mungkin saya akan kembali lagi untuk berpetualang di Gunung tertinggi di jawa itu, Semeru dengan puncaknya yang bernama Mahameru.
Insyallah
:D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar